Simak amalan puasa di bulan Muharram berikut ini!

Amalan Puasa Bulan Muharram / foto by pixabay

Pada bulan muharam di percaya memiliki banyak keutamaan. Dan ada amalan yang di anjurkan pada bulan ini, yaitu berpuasa.

Hal ini sesuai hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

“Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya: ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?’ Nabi SAW menjawab: “Puasa di bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram.” (HR Ibnu Majah).

Waktu pelaksanaan puasa yaitu pada hari senin dan kamis, hari ayyamul bidh (pertengahan bulan), dan tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Puasa di bulan muharam disebut puasa terbaik setelah puasa ramadan.

“Sebaik-baik puasa/shaum setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Puasa ‘Asyura

Amalan puasa yang paling di anjurkan ialah puasa ‘Asyura pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu.

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang keutamaan puasa Arafah. Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab,” Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Puasa Tasua

Puasa tasua jatuh pada tanggal 9 Muharram.

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, dia berkata,

“ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berpuasa di hari ‘Asyura’ dan memerintahkan manusia untuk berpuasa, para sahabat pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, ‘Apabila tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa dengan tanggal 9 (Muharram).’ Belum sempat tahun depan tersebut datang, ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal.” (HR. Muslim)

Puasa 11 Muharram

Selain puasa tanggal 9 dan 10 Muharram, ada puasa satu hari lagi setelahnya yaitu 11 Muharram.

“Berpuasalah kalian pada hari ‘Asyura’ dan selisihilah orang-orang Yahudi. Berpuasalah sebelumnya atau berpuasalah setelahnya satu hari.” (HR Ahmad no. 2153)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Baca Selengkapnya

Tarhib Ramadan

Apa itu tarhib ramadan? berikut penjelasannya! Saat bulan ramadan datang, umat muslim menyambutnya dengan gembira. Masing-masing menyambut ramadan…