Simak penjelasan berikut tentang cara berhias menurut islam!

Cara berhias menurut islam / foto by pixabay

Berhias dalam Islam adalah hal yang diperbolehkan selama tidak berlebih-lebihan. Berhias disini tidak sebatas soal perhiasan, tapi juga masalah berpakaian dan wewangian.

Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al A’raf: 26)

Nabi saw bersabda:

”Sesungguhnya Allah itu indah lagi menyukai keindahan.” (HR. Muslim).

Cara Berhias Menurut Islam

Adapun tata cara berhias menurut islam, adalah sebagai berikut:

1. Dilarang Memakai Cincin Emas dan Sutera Bagi Laki-Laki

“Diharamkan memakai pakaian sutera dan perhiasan emas bagi kaum pria dari umatku, dan dihalalkan bagi kaum wanita mereka.” (HR. Abu Daud 4057, At Tirmidzi 1720, An Nasa’ie VIII/160, Ibnu Majah 3595)

2. Dilarang Bertato

Dewasa ini semakin banyak orang yang membanggakan dirinya dengan mentato sebagian dari tubuhnya. Padahal itu adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam.

“Rasulullah SAW melaknat perempuan yang menato dan yang diminta ditato, yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya.” (HR. At Thabrani)

3. Dilarang Berpakaian Seperti Wanita dan Sebaliknya

“Allah melaknat wanita-wanita yang menyerupai pria dan pria yang menyerupai wanita.” (HR. Bukhari 5885, At Tarmidzi 2784, Abu Daud 4097, Ibnu Majah 1904)

4. Dilarang Menyambung Rambut

Bagi seorang Muslimah sangat dilarang untuk menyambung rambutnya, entah untuk keperluan apapun itu.

“Seorang perempuan bertanya kepada Nabi Saw: Ya Rasulullah, sesungguhnya anak saya tertimpa suatu penyakit sehingga rontok rambutnya, dan saya ingin menikahkan dia. Apakah boleh saya menyambung rambutnya? Rasulullah menjawab: Allah melaknat perempuan yang melaknat perempuan yang melaknat rambutnya.” (HR. Bukhari)

5. Merawat Rambut

Dianjurkan untuk merawat rambut seperti menyisirnya, melakukan keramas dan lainnya. Dan tidak disarankan untuk membiarkan rambutnya acak-acakan.

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian memiliki rambut, hendaklah ia memuliakannya.” (HR. Abu Daud)

6. Tidak Berlebih-Lebihan dalam Berhias

Dalam Islam kita dilarang untuk berlebih-lebihan, termasuk dalam hal berhias. Sebab, berhias secara berlebih-lebihan akan mengarahkan kepada sifat sombong dan cenderung pamer.

“Makan, minum, berpakaian dan bersedekahlah kalian, namun jangan berlebih-lebihan dan sombong.” (H.R. Nasa’ie).

7. Rajin Memotong Kumis, Mencukur Bulu Kemaluan, Mencabut Bulu Ketiak dan Menggunting Kuku

Dianjurkan untuk memotong kumis, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, dan menggunting kuku tidak lebih dari 40 hari.

Dari Anas bin Malik r.a, berkata:

“Kami diberi waktu (oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) untuk memotong kumis, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak membiarkannya lebih dari empat puluh hari.” (HR. Muslim)

“Ada sepuluh perkara fitrah: memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung, memotong kuku, mencuci sela-sela jari ketika wudhu, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan beristinja’. Mas’ab berkata: Aku lupa yang ke sepuluh, yakni berkumur-kumur.” (HR. Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’ie, dan Ibnu Majah)

8. Mencabut Uban

Mencabut uban adalah perkara yang makruh untuk dikerjakan.

“Janganlah mencabut uban, karena sesungguhnya ia adalah cahaya seorang muslim di hari kiamat.” (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi)

9. Dilarang Menjarangkan Gigi

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah melaknat wanita yang menjarangkan gigi untuk kecantikan lagi merubah penciptaan Allah.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, An Nasa’ie dan Ahmad)

10. Parfum Bagi Wanita

Bagi wanita dibolehkan memakai parfum, asalkan baunya tidak semerbak sehingga bisa dicium oleh laki-laki non mahrom.

“Dan sebaik-baik parfum bagi wanita adalah yang Nampak warnanya dan tersembunyi baunya.” (HR. At Tirmidzi dan Abu Daud)

Namun, wanita tidak diperbolehkan memakai parfum ketika keluar rumah.

Dari Abu Musa Al Asy’ary r.a, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja wanita yang memakai parfum, kemudian ia melewati orang lain agar mereka mencium baunya, makai a seoarng pezina.” (HR. An Nasa’ie, Abu Dawud, At Tirmidzi)


Demikian artikel tentang cara berhias menurut Islam. Semoga dapat menambah pengetahuan kita terkait berhias atau berdandan supaya menimbulkan keberkahan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Baca Selengkapnya

Obat Penyakit Hati

Simak beberapa obat penyakit hati berikut ini! Saat manusia menghadapi cobaan, respon mereka berbeda-beda. Ada tipe manusia yang…