Simak penjelasan tentang cara berpakaian menurut islam bagi laki-laki dan perempuan!

Cara Berpakaian Menurut Islam / foto by unsplash

Pakaian merupakan salah satu nikmat dari Allah Swt. yang patut kita syukuri. Islam tidak mengatur harus seperti apakah model pakaian tersebut. Semua tergantung pada manusia itu sendiri, hanya mungkin ada beberapa aturan yang mesti di perhatikan. Seperti, harus tebal, tidak transparan dan lain sebagainya.

Cara Berpakaian Menurut Islam

Dalam Islam telah mengatur sedemikian rupa perihal cara berpakaian yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah.

Allah berfirman:

فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?.” (QS. Al-A’raf: 22)

Dari ayat di atas menjelaskan bahwa Adam a.s,.. dan pasangannya tidak sekedar menutup auratnya dengan selembar daun, tapi harus berlapis-lapis. Hal ini dilakukan agar aurat benar-benar tertutup.

Batas aurat antara laki-laki dan perempuan pun berbeda. Untuk laki-laki batas auratnya antara pusarnya dan lututnya. Sedangkan untuk perempuan adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya.

Maka dari itu, cara berpakaian laki-laki dan perempuan ada kriterianya sendiri-sendiri, yaitu sebagai berikut:

Cara Berpakaian Bagi Muslimah


cara berpakaian muslimah / foto by unsplash

1. Pakaian yang Dipakai Tidak Dimaksudkan Sebagai Perhiasan

Segala bentuk pakaian yang bertujuan untuk mengundang fitnah (rangsangan birahi) serta ingin diperhatian berlebihan adalah terlarang.

“….Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (bisa) nampak dari mereka.” (QS. An Nuur: 31)

2. Pakaian Tebal Tidak Tipis

Ada beberapa ulama pengikut mazhab syafi’i berpendapat bahwa seorang perempuan harus memakai pakaian yang longgar dan tidak tipis. Maka, hendaklah seorang perempuan memakai jilbab yang tebal untuk melapisi pakaiannya, sehingga bisa menutupi seluruh anggota tubuhnya dan menjadikan bentuk tubuhnya tidak nampak.

“Ada dua kelompok dari umatku yang akan menjadi penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya. Pertama: surat kaum yang membawa cemeti seperti seekor sapi, yang digunakan untuk memukul manusia. Kedua: adanya kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak lenggok, lagi merangsang orang lain, kepalanya seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak mendapat baunya.” (HR. Ahmad dan Muslim 2128)

3. Harus Longgar Tidak Ketat

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid r.a, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakaikan kepadaku pakaian Quthiyah (Kain dari Mesir) tebal yang di hadiahkan oleh Dihyah Al-Kalabi kepada beliau, maka aku memakaikannya kepada istriku. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku (ketika bertemu): “Mengapa engkau tidak memakai Qubthiyah itu….?” Aku menjawab: “Wahai Rasulullah, aku telah memberikannya kepada istriku.” Maka beliau berkata kepadaku: “Suruhlah ia memakai didalamnya Al-Qholalah (pakaian rangkap), karena aku khawatir pakaian itu mensifati lakukan tubuhnya.” (HR. Ahmad V/205. Abu Daud 4116, Syaikh Abu Malik mengatakan hadist hasan)

4. Tidak Disertai dengan Minyak Wangi yang Semerbak

Bagi seorang perempuan ketika keluar rumah tidak boleh memakai parfum, sebab hal ini dapat mengundang syahwat (pria).

Dari Abu Musa Al-Asy’ary r.a, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja wanita yang memakai parfum, kemudian ia melewati orang lain agar mereka mencium baunya, makai a seorang pezina.” (HR. An-Nasa’ie II/283, Abu Dawud 4173, At Tirmidzi 2786, dengan sanad hasan)

Sedangkan parfum yang diperbolehkan bagi perempuan untuk keluar rumah adalah sebagaimana Rasulullah bersabda: “Parfum wanita itu adalah (sifatnya) yang tampak warnanya dan tersembunyi baunya.” (HR. Abu Dawud 2174, At Tirmidzi 2788, dengan sanad hasan)

5. Tidak Menyerupai Pakaian Seorang Laki-Laki

Tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki karena hal ini akan berpengaruh pada akhlak dan perangai kaum pria, sehingga mereka akan berani bersolek dan menampakkan perhiasan sebagaimana seorang pria.

“Allah melaknat wanita-wanita yang menyerupai pria dan pria yang menyerupai wanita.” (HR. Bukhari 5885, At Tarmidzi 2784, Abu Daud 4097, Ibnu Majah 1904)

“Allah melaknat wanita yang berpakaian dengan pakaian pria dan pria yang berpakaian dengan pakaiannya wanita.” (HR. Ahmad, Abu Daud dari shahabta Abu Hurairah r.a)

6. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita Musyrikah

Baik laki-laki maupun perempuan tidak diperbolehkan memakai pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki atau perempuan kafir.

“Barangsiapa yang bertasyabuh dengan suatu kaum, makai a bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad Syekh Ahmad Syakir mengatakan shahih)

7. Bukan akaian Syuhrah (Sensasi)

Syurkah adalah semua pakaian yang ditujukan untuk dijadikan pusat perhatian agar dilihat oleh masyarakat baik berupa pakaian mahal yang digunakan untuk membanggakan diri dengan kekayaan duniawi maupun pakaian lusuh yang sengaja dipakai untuk menunjukkan sikap zuhud.

“Barangsiap memakai pakaian syuhroh di dunia, maka Allah akan memakaikan padanya pakaian kehinaan di Akhirat kelak. Kemudian di sulutkan api padanya.” (HR. Abu Daud 4029, Ibnu Majah 3606, Ahmad II/92, dihasankan Al-Albani dalam Shahibul Jami’ 6526)

8. Tidak Disyariatkan Harus Hitam

Dari Al-Qasim r.a, ia berkata: “Adalah Aisyah radhiyallahu ‘anha memakai pakaian yang dicelub dengan warna kuning pada saat ihram.” (HR. Ibnu Syaibah VIII/372, dishahihkan oleh Abu Malik)

9. Diperbolehkan Menggunakan Sutera dan Emas Bagi Perempuan

“Diharamkan memakai pakaian sutera dan perhiasan emas bagi kaum pria dari umatku, dan dihalalkan bagi kaum wanita mereka.” (HR. Abu Daud 4057, At Tirmidzi 1720, An Nasa’ie VIII/160, Ibnu Majah 3595)

Cara Berpakaian Bagi Muslim


cara berpakaian laki-laki / foto by unsplash

1. Pakaian yang Paling Afdzal Bagi Laki-Laki Adalah Gamis

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Pakaian yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah gamis.” (HR. At Tirmidzi 1762-1763, Abu Daud 4025, An Nasa’ie dalam Al Kubro 9668, Abu Ya’la 7014, Al Baihaqy II/239)

2. Menggunakan Pakaian yang Rapi dan Bagus Saat Hendak Ke Masjid

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) Masjid.” (QS. Al-A’raf: 31)

3. Disunnahkan Memakai Celana Panjang dan Sarung

“Pakailah celana Panjang dan sarung, serta selisihilah ahlu kitab.” (HR. Ahmad V/264, Ath Thabrany dalam Al Majmu’ V/121)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak mendapatkan kain sarung, maka hendaklah ia memakai celana Panjang…..” (HR. Bukhari 1841, An Nasa’ie 2672, Ibnu Majah 2931)

4. Anjuran Menggunakan Surban Bagi Laki-Laki

Dari Amr bi Haris r.a, ia berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas mimbar dengan mengenakan surban berwarna hitam yang kedua ujungnya dijulurkan diantara kedua peundaknya.” (HR. At Tirmidzi 1736, Ibnu Hibban 6397, Ath-Thabrany XII/379, hadits ini hasan li ghairih)

5. Dilarang Berpakaian Menyerupai Perempuan

Laki-laki tidak diperbolehkan berpakaian menyerupai perempuan, sebab akan berpengaruh pada akhlak dan perangai kaum perempuan. Hal ini seperti yang telah dijelaskan pada hadist di atas tadi.

6. Haram Memakai Sutera Murni Bagi Laki-Laki

Bagi laki-laki tidak diperbolehkan untuk memakai sutera, sedangkan untuk perempuan diperbolehkan. Namun ada beberapa pengecualian: pertama, kadar sutera hanya seukuran 4 jari atau lebih kecil lagi. Kedua, karena gatal.

7. Makruh Memakai Pakaian Warna Kuning Mencolok

Dari Abdullah bin Amr’ r.a, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatku memakai dua helai pakaian berwarna kuning, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya ia adalah pakaian orang kafir, maka janganlah memakainya.” (HR. Muslim 2077, dishahihkan Abu Malik)

8. Tidak Isbal

“Allah tidak akan memandang kepada orang yang mengulurkan kainnya karena sombong.” (HR. Malik, Bukhari 5788, Muslim 2087, Tirmidzi , An Nasa’ie)

“Kain yang menjulur melebihi mata kaki, (pemakai)-nya akan masuk neraka.” (HR. Bukhari)

9. Cara Berpakaian Sesuai Sunnah

Dari Abu Sa’id Al Khudry r.a, adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bentuk cara mengenakan kain orang mukmin adalah sampai separuh betisnya, dan tidak apa-apa lebih sedikit antara separuh betisnya sampai ke mata kaki, sedang orang yang memakainya di bawah mata kaki maka ia akan masuk neraka.” (HR. Malik II/914, Ahmad III/305, Abu Daud 4093, Ibnu Majah 3573, Ibnu Hibban 5446, di shahihkan Al Banie)


Demikian pembahasan mengenai cara berpakaian menurut islam baik untuk perempuan maupun untuk laki-laki. Maka, sebagai seorang hamba berpakaianlah sesuai dengan cara yang ada. Supaya apa yang kita kenakan juga membawa keberkahan dan ketenangan hidup. Semoga bermanfaat!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like