Simak penjelasan tentang doa bangun tidur, adab bangun tidur, keistimewaan doa bangun tidur dan kekuatan doa bangun tidur.

Tidur adalah salah satu anugerah yang Allah berikan kepada manusia. Saat manusia lelah beraktivitas dan untuk memulihkan energi serta merilekskan badan maka tidur adalah solusinya. Maka dari itu, tak henti-hentinya kita harus bersyukur atas nikmat tidur yang Allah berikan kepada kita. Sebab, saat kita masih bisa menatap indahnya dunia itu artinya kita masih diberikan kehidupan yang mana ada orang di luaran sana yang tidak diberikan nikmat tersebut.

Nah, maka dari itu saat kita bangun tidur disunnahkan untuk membaca doa.

Mengapa kita harus membaca doa ketika bangun tidur?

Mungkin ada yang bertanya mengapa kita harus membaca doa bangun tidur setelah membuka mata di pagi hari.

Doa bisa mendatangkan pahala bagi yang mengamalkannya terlebih di pagi hari saat baru memulai aktivitas. Ketika bangun tidur kita membaca doa, maka Allah Swt. Selalu bersama dengan orang-orang yang mengingat-Nya.

Sebelum melakukan aktivitas memang sangat disarankan untuk membaca doa agar terhindar dari rasa malas dan hati yang gelisah.

Tapi, tidak cukup hanya berdoa, saat kita bangun tidur ada adab-adab yang mesti diperhatikan, apa itu? Simak berikut ini!

  • Disunnahkan Membaca Doa Ketika Bangun Tidur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ حُذَيفَةَ ، وَأَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قَالاَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إِذَا أوَى إِلَى فِرَاشِهِ ، قَالَ : (( بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأموتُ )) وَإذَا اسْتَيقَظَ قَالَ :(( الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بعْدَ مَا أماتَنَا وإِلَيْهِ النُّشُورُ )) . رَوَاهُ البُخَارِي

“Dari Hudzaifah dan Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhuma, mereka berdua berkata: “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak tidur, beliau mengucapkan, ‘Bismikaalloohumma ahyaa wa amuut’ (Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku hidup dan aku mati) dan apabila beliau bangun, beliau mengucapkan, ‘Alhamdulillahil ladzi ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihin nusyuur’ (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kembali).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun jika bangun malam, disunnahkan membaca doa berikut ini:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ للهِ، وسُبْحَانَ اللهِ، ولاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ،ولاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

“Tiada yang berhak diibadahi kecuali  Allah, satu-satu-Nya Illah. Tiada sekutu bagi-Nya. Hanya milik-Nya segala kerajaan dan hanya kepunyaan-Nya segala pujian dan Dia ter-hadap segala sesuatu Maha Kuasa. Segala puji hanya milik Allah dan tiada Illahkecuali Allah. Allah Maha Besar, dan tiada daya dan kekuasaan kecuali hanya dengan Allah.Ya Allah, Ampunilah aku.(HR. Al-Bukhari. Lihat juga ‘Fathul  Bari (3/39), dan yang lainnya. Sedangkan lafalnya menurut Ibnu Majah, lihat ‘Shahih Ibnu Majah’ karya Al-Albani (2/335))

Maka, barangsiapa yang membacanya niscaya ia akan diampuni. Atau dia berdoa (dengan doa kebaikan apa saja), pastilah doanya diampuni. Dan apabila ia berdiri, lalu berwudhu, selanjutnya mengerjakan sholat, niscaya sholatnya diterima.

  • Mengusap Ujung Bibir dan Ujung-Ujung Kedua Mata Saat Bangun

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَلَسَ يَمْسَحُ النَّوْمَ عَنْ وَجْهِهِ بِيَدِهِ

“Kemudian ketika sudah masuk pertengahan malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun, kemudian beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya.” (HR. Ahmad 2201, Bukhari 183, Nasai 1631, dan yang lainnya).

  • Membasuh Tangan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ، فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

“Apabila seseorang di antara kamu bangun dari tidurnya maka janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum mencucinya tiga kali terlebih dahulu, sebab ia tidak mengetahui apa yang telah dikerjakan oleh tangannya pada waktu malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Bersiwak

Dari Hudzaifah radiyallahu ‘anhu beliau mengatakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Beristinsaq

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

“Apabila salah seorang diantara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaar-lah tiga kali, karena sesungguhnya syetan bermalam dirongga hidungnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Berwudhu

يَعقِدُ الشَّيطانُ عَلى قافيَةِ رأسِ أَحدِكُم إذا هوَ نام ثَلاثَ عُقدٍ، يَضرِبُ كلَّ عُقدةٍ مَكانَها: عليكَ ليلٌ طويلٌ فارقُدْ، فإنِ استَيقظَ فذَكَر اللهَ انحلَّت عُقدةٌ، فإن تَوضَّأ انحلَّت عُقدةٌ، فإن صلَّى انحلَّت عُقدُه كلُّها، فأَصبحَ نَشيطًا طيِّبَ النَّفسِ، وإلَّا أَصبحَ خَبيثَ النَّفسِ كَسلانَ

“Syetan mengikat pada tengkuk salah seorang diantara kalian, ketika sedang tidur, sebanyak tiga ikatan. Pada setiap ikatan syetan menghembuskan (membisikkan): “Malam masih Panjang, tidurlah…!” Jika ia bangun dan lalu berdzikir ,maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia sholat, maka terlepaslah ikatan terakhir. Sehingga pada waktu paginya, ia menjadi orang yang bergairah dan segar. Jika tidak,maka jiwanya menjadi buruk dan bermalas-malasan…” (HR. Muslim, dengan sanad shahih)

Doa Bangun Tidur

Bacaan Doa Bangun Tidur Arab

الحَمْدُ للهِ الَّذِي أَحْيَانَا بعْدَ مَا أماتَنَا وإِلَيْهِ النُّشُورُ

Bacaan Doa Bangun Tidur Latin

Alhamdulillahil ladzi ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilaihin nusyuur

Arti Bacaan Doa Bangun Tidur

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepada-Nya kami kembali

Keistimewaan Membaca Doa Bangun Tidur

Setiap doa memiliki keistimewaan, begitu juga dengan doa bangun tidur. Dengan melafalkan doa bangun tidur sama halnya dengan kita mengucapkan rasa syukur atas kenikmatan yang Allah berikan dalam kehidupan kita dan melalui tidur yang kita lakukan setiap harinya.  Melalui lafal “Alhamdulillah” yang dilafalkan setiap bangun tidur menjadi bukti rasa terimakasih dan syukur telah dibangunkan kembali dan dipulihkan energi yang sebelumnya mengalami kelelahan.

Doa ini juga mengingatkan kita kan kematian. Sebab, kematian bias kapan pun menghampiri kita tanpa pernah memberitahu kapan dan dimana ia datang. Maka, saat kita membaca doa bangun tidur menyadarkan bahwa kematian murni karena kehendak Allah Swt. Sebagai hamba-Nya haruslah bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bangun di pagi hari.

Dan keistimewaan terakhir yang kita dapatkan ialah bukti tawakal kita kepada  Allah Swt. Kita menyadari sepenuhnya bahwa hidup dan mati atas kehendak Allah Swt.

Kekuatan Doa Bangun Tidur

Dari doa bangun tidur yang kita panjatkan, terdapat dua kekuatan doa yang akan diperoleh, berikut penjelasannya!

  1. Kekuatan Syukur

Hal ini sesuai lafal“Alhamdulillaahil ladzi ahyaanaa ba’damaa amaatanaa…yang  artinya “Segala puji bagi  Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami”.

Makna dari lafal ini adalah bersukur karena masih di hidupkan kembali dan masih diberikan umur panjang. Dan dengan membaca doa membuat hati menjadi lebih tenang di pagi hari sehingga bias menjalankan aktivitas dengan sungguh-sungguh.

  1. Kekuatan Motivasi Hidup dan Selalu Berbuat Kebaikan

Diperoleh dari lafal… “Wa ilaihin nusyuur” yang artinya “dan hanya kepada-Nya kami kembali”.

Makna dari lafal ini adalah untuk memacu kita untuk selalu berbuat kebaikan selama di dunia. Dengan kita berbuat kebaikan, maka tidak ada balasan yang terbaik kecuali kebaikan pula.

Demikian ulasan tentang doa bangun tidur. Bersyukurlah jika masih diberikan kesempatan untuk hidup. Maka, perbanyaklah amal baik supaya kelak  Allah memberikan balasan surga-Nya untuk kita huni. Aamiin ya rabbal alamin

Semoga artikel in bisa bermanfaat  dan jangan lupa awali harimu dengan berdoa ya!

Referensi:

Panduan Adab Bagi Seorang Muslim, Hasan Abu Ayyub

Doa Dzikir dan Wirid Sehari-hari, Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Baca Selengkapnya

Doa Setelah Adzan

Adzan merupakan panggilan ibadah sholat bagi umat Islam yang umumnya menggunakan Bahasa arab. Adzan dikumandangkan lima kali dalam…
Baca Selengkapnya

Doa Istighfar

Simak penjelasan tentang doa istighfar, fadhilah dan keutamaan istighfar, dan waktu terbaik dan berapa banyak membacanya. Istigfar adalah…