Simak penjelasan berikut tentang perang dalam islam dan etika yang harus kita ketahui!

etika perang dalam islam / foto by pixabay

Perang Dalam Islam

Pada masa sebelum Islam datang, perang biasanya terjadi atas dasar unsur balas dendam. Setelah Islam datang, terjadi perubahan perilaku di masyarakat untuk mengubah hal tidak baik yang terjadi kala itu.

Sebenarnya di dalam Islam tidak menghendaki terjadinya perang. Sebab, Islam adalah agama yang menyukai kestabilan, agar manusia bisa saling bekerja sama dan saling membantu satu dengan yang lainnya.

Namun, ada manusia yang cukup egois. Ingin menang akan segala hal. Maka dari itu, agar tidak terjadi partumpahan darah yang begitu besar, Islam memperbolehkan terjadinya peperangan.

Pada saat Rasulullah masih berada di Mekkah, belum ada perintah untuk berperang. Meskipun ketika itu Rasulullah mendapatkan tekanan terutama dari kaum Quraisy.

Baru ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, karena kaum Quraisy tidak henti-hentinya memusuhi kaum muslimin, Allah swt mengijinkan Rasulullah untuk berperang.

Pengertian dan Tujuan Perang

Peperangan dalam Islam disebut dengan “jihad”. Secara istilah jihad diartikan sebagai pengorbanan segenap tenaga dan kekuatan untuk berperang di jalan Allah.

Tujuan perang dalam Islam adalah:

  1. Membebaskan kaum yang lemah dan mereka yang terjebak dalam perilaku kejahatan
  2. mengeluarkan manusia dari segala kesempitan dunia ke keadaan yang lebih lapang.
  3. Untuk menyelamatkan Islam, dimana Sistem keadilan dan kebaikan harus ditegakkan
  4. Untuk mematahkan semangat dan menghentikan kekuatan agresif dari musuh yang dapat membahayakan masyarakat

Etika Perang Dalam Islam

1. Pembatasan Perang Hanya pada Para Komandan Musuh dan Kombatan Saja

Itu artinya bahwa dalam berperang tidak boleh dilakukan asal-asalan. Ada batas yang mesti diperhatikan. Yaitu sasaran perang hanya tertuju pada musuh yang ikut berperang saja.

Hal ini sesuai hadist dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Aku mendapati seorang wanita terbunuh dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam peperangan” (HR. Bukhari No 3015 dan Muslim No 1744)

Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Pergilah kalian dengan nama Allah, dengan Allah dan atas agama Rasulullah, jangan kalian membunuh orang tua yang sudah tidak berdaya, anak kecil dan orang perempuan, dan janganlah kalian berkhianat, kumpulkan ghanimah-ghanimahmu, dan berbuatlah maslahat, serta berbuatlah yang baik, karena sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat baik”. (HR. Abu Dawud)

2. Terjun ke Medan Perang dengan Jiwa Humanis

Berperang harus ada alasan yang dibenarkan oleh syariat, jika tidak ada maka tidak diperbolehkan. Allah berfirman:

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (QS. Al-An’am: 151)

3. Mencegah Perampasan yang Biasa Berlaku dalam Perang Jahiliyah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk melakukan perampasan harta manusia. Hal ini sesuai yang diriwayatkan oleh seorang laki-laki Anshar, “Ketika kami dalam perjalanan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada manusia yang butuh sekali dengan seekor kambing, maka mereka merampoknya, maka periuk kami pun mendidih dan tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan membalikkan periuk dengan lengannya, dan beliau melumuri daging itu dengan tanah dan berkata, “Perampasan itu tidak lebih halal dari mayat”.

Ini berbeda dengan ghanimah (harta rampasan perang). Jika ghanimah maka hukumnya halal.

4. Memberikan Rasa Aman kepada Pihak yang Meminta

Sejak awal kemunculan, Islam dengan tegas akan memberikan rasa aman kepada pihak-pihak yang meminta. Dan Islam melarang untuk menyerang musuh yang tidak berdaya. Karena hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan korban pembunuhan yang begitu banyak.

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah saw, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian  itu karena mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. Al-Taubah: 6.)

5. Menghentikan Peperangan Jika Pihak Musuh Menghentikannya

Perang dalam Islam, bertujuan untuk menciptakan adanya perdamaian. Oleh sebab itu, ketika pihak lawan menginginkan untuk di hentikan maka peperangan tidak dilanjutkan lagi. Firman Allah Swt:

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

 “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah saw. Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 61)

6. Menguburkan Korban Perang yang Meninggal

Rasulullah menyuruh para sahabatnya untuk mengubur korban perang yang telah meninggal. Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.”  (HR. Muslim)

Larangan Dalam Perang

Tidak hanya etika yang mesti diperhatikan. Dalam berperang, Islam juga melarang beberapa hal sebagai berikut:

  1. Dilarang membunuh binatang peliharaan
  2. Tidak boleh merusak pepohonan
  3. Dilarang membunuh/menganggu perempuan, anak-anak, pendeta atau pertapa, orang lanjut usia, orang buta, orang gila, serta orang yang tidak turut berperang
  4. Dilarang menghancurkan dan merusak harta benda
  5. Membawa penggalan kepala musush yang terbunuh
  6. Dilarang berkhianat
  7. Dilarang berperang pada bulan suci (syawal, dzulqaidah, djulhijjah, dan muharram)
  8. Dilarang membunuh secara keji dan kejam terhadap tawanan perang.

Mungkin demikian penjelasan mengenai etika perang dalam Islam. Semoga apa yang telah di sampaikan membawa manfaat bagi yang telah membacanya!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like