Simak penjelasan tentang orang yang berhak memperoleh zakat fitrah berikut ini!

Inilah 8 Golongan Penerima Zakat Fitrah / foto by pixabay

Zakat berasal dari kata “zaka”, artinya baik, suci, tumbuh, dan berkembang. Sedangkan menurut terminology, zakat diartikan sebagai sejumlah harta yang wajib dikeluarkan bagi seorang muslim jika telah mencapai syarat tertentu dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf).

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: “dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku” (QS. Al-Baqarah: 43)

Sebagai bentuk ibadah seperti sholat dan puasa, zakat telah diatur berdasarkan Al-Qur’an dan hadist serta termasuk ke dalam rukun Islam yang ke 4. Oleh sebab itu, hukum membayar zakat bagi seorang muslim adalah wajib jika telah memenuhi syarat-syarat zakat.

Terdapat 2 jenis zakat, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah dilaksanakan pada saat berakhirnya bulan suci Ramadan. Sedangkan zakat mal merupakan zakat yang dibayarkan oleh seorang muslim atas harta yang ia miliki dari hasil usaha, atau kerja dengan besaran dan waktu yang telah ditentukan.

Adapun golongan yang dapat menerima zakat sebagaimana yang telah di atur dalam Al-Qur’an yaitu sebanyak 8 golongan.

 إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf, yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Lagi Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. At-Taubah:60).

Penerima Zakat Fitrah

1. Fakir

Fakir adalah orang yang memiliki harta namun hanya sedikit. Mereka tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk dirinya dan tanggungannya. Zakat yang diberikan untuk golongan ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Menurut pandangan mazhab syafi’i, fakir bisa saja mempunyai harta dan usaha, tetapi kurang dari setengah dari kebutuhannya.

2. Miskin

Orang miskin adalah orang-orang yang sejatinya memiliki harta namun juga sangat sedikit. Mereka juga memiliki pekerjaan akan tetapi hasil dari pekerjaan tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan atas dirinya maupun tanggungannya. Mazhab syafi’i menyebutkan jika orang miskin mempunyai kondisi lebih baik dibanding fakir, tetapi kebutuhannya masih belum tercukupi. Zakat yang berikan kepada golongan ini selain untuk kebutuhan sehari-hari juga diperuntukkan untuk berwirausaha.

3. Amil (Pengurus Zakat)

Amil adalah mereka yang bertugas mengelola zakat. Amil zakat berhak menerima zakat sebab keberadaan mereka sangat diperlukan dalam pengelolaan zakat. Mereka bertugas untuk mengumpulkan, menyimpan, menjaga mencatat zakat masuk keluar dan membagikan zakat kepada para mustahik.

Amil zakat yang berhak menerima zakat ialah mereka yang diangkat maupun ditunjuk oleh pemerintah untuk menjadi amil. Tugas mereka tidak hanya menyalurkan zakat namun juga berhubungan dengan penyadaran atau penyuluhan masyaratakat terkait zakat.

4. Mualaf

Mualaf ialah seseorang yang baru saja masuk Islam. Mengapa mualaf berhak menerima zakat? Hal ini didasarkan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60 bahwa mualaf termasuk satu dari 8 golongan yang berhak memperoleh zakat.

Ini disebabkan karena orang yang baru saja masuk Islam keimanannya masih belum kuat, oleh karena itu Islam yang penuh rahmat menghargai keimanan itu. Dengan memberikan zakat kepada mualaf, maka kita memberikan suatu kemuliaan kepadanya.

5. Riqab

Riqab adalah budak yang telah dijanjikan oleh tuannya akan di bebaskan jika dapat membayar sejumlah tertentu dan termasuk juga dengan budak yang belum dijanjikan untuk memerdekan diri. Namun, dalam kondisi sekarang riqab (budak) sudah tidak ada lagi. Mungkin istilah ini dalam konteks yang sekarang mengarah pada upaya membebaskan para muslim yang di tawan oleh pihak lawan.

6. Gharimin

Golongan berikutnya yang berhak memperoleh zakat adalah gharimin. Gharimin ialah orang yang sedang terlilit hutang atau kewajiban harta yang harus ditunaikan, seperti diyat atau denda.

Ibnu Katsir menyebutkan Golongan ini diberi zakat dengan syarat:

  1. Orang yang menanggung biaya karena menyelesaikan sengketa, sehingga menghabiskan hartanya.
  2. Orang yang bangkrut karena bisnis sehingga terllilit utang
  3. Kebutuhan mendesak yang menyebabkan dia harus terlilit banyak utang.

7. Fi Sabilillah

Fi Sabilillah ialah orang yang tengah berjuang di jalan Allah. Golongan yang termasuk fi sabilillah seperti da’i, sukarelawan perang yang tidak digaji, serta pihak-pihak yang mengurusi aktivitas jihad dan dakwah.

8. Ibnu Sabil

Golongan terakhir penerima zakat ialah ibnu sabil. Ibnu sabil merupapkan musafir yang kehabisan bekal di jalan dan tidak bisa pulang kembali ke tempat asal. Tanpa melihat latar belakang yang ia miliki apakah dari kalangan berada atau tidak.

Ibnu sabil berhak memperoleh zakat bertujuan untuk memenuhi kebutuhannya atas ketidakmampuan sementara yang sedang ia alami.

Demikian artikel mengenai penerima zakat fitrah. Semoga apa yang tersampaikan bisa bermanfaat!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Baca Selengkapnya

Syarat Zakat Mal

Simak syarat-syarat zakat mal berikut ini! Mal diartikan sebagai harta atau kekayaan. Menurut Islam, mal atau harta merupakan…
Baca Selengkapnya

Manfaat Sedekah Subuh

simak tentang manfaat sedekah subuh berikut ini! Salah satu cara untuk mengetuk pintu langit agar doa dikabulkan ialah…
Baca Selengkapnya

5 Manfaat Sedekah Di Hari Jumat

Simak manfaat dari sedekah di hari jumat berikut! Bersedekah merupakan amalan yang senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam…