Simak penjelasan tentang investasi yang diperbolehkan dalam islam!

Deposito bagi hasil / foto by pixabay

Istilah investasi sekarang ini memang sudah tidak asing lagi. Banyak orang yang menginvestasikan uangnya dengan harapan akan memperoleh keuntungan dari investasi tersebut.

Namun, dalam Islam apakah di perbolehkan berinvestasi?

Islam sangat memperhatikan terkait aspek keuangan, termasuk dalam hal investasi. Bagi kamu yang mau investasi, tidak perlu khawatir. Sekarang banyak opsi investasi syariah.

Dalam investasi syariah tidak terdapat bunga, melainkan berkonsep bagi hasil atau nisbah. Investasi dalam Islam disebut dengan Mudharabah, yaitu memberikan uang sebagai modal kepada seseorang, kemudian ia akan memperoleh bagi hasil dari keuntungan tersebut. Presentase keuntungan di bagi sama rata, termasuk di dalamnya mencakup soal kerugian.

Terkait dengan perintah investasi, tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 261:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Investasi syariah memiliki kelebihan di bandingkan dengan sistem konvensional.

Kelebihan Investasi Syariah

Investasi Syariah Terbebas dari Riba.

Riba merupakan penambahan atau bunga, baik dari transaksi jual beli maupun pinjam meminjam. Riba dalam islam merupakan hal yang di larang, oleh sebab itu dengan kita berinvestasi syariah bisa membebaskan dari riba.

Tidak ada Gharar dan Masyir

Gharar ialah perbuatan menipu atau merugikan orang lain. Gharar juga bisa dikatakan sebagai jual beli yang tidak jelas wujudnya. Nah, dalam berinvestasi harus jelas akad di awalnya, agar tidak merugikan orang lain.

Sedangkan masyir ialah judi, baik judi uang maupun barang. Dalam islam, saat kita berinvestasi jangan langsung menginginkan hasil yang banyak, tapi semua butuh waktu.

Jenis Investasi Syariah

1. Investasi Properti

Di indonesia, pembangunan properti merupakan salah satu sektor yang sedang giat di laksanakan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan manfaat serta dapat menggerakkan ekonomi dari sektor tersebut. Seiring dengan berkembangnya gaya hidup, banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi properti. Sebab, nilainya dari waktu ke waktu terus naik dan aset properti bisa juga menjadi sumber pemasukan tambahan bagi investor.

2. Investasi Emas

Investasi emas sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Nilai emas kebal terhadap inflasi dan terus beranjak naik dari tahun ke tahun. Sehingga hal ini banyak mengundang investor untuk berinvestasi emas. Dalam investasi emas di nilai stabil dan dalam jangka panjang akan lebih menguntungkan.

Cara berinvestasi dengan emas yaitu cukup di mulai dengan tabungan emas dengan cara membelinya di gerai resmi seperti pegadaian atau antam. Tapi, jika kamu kekurangan modal, menurut pihak MUI, kamu bisa memutuskan jual beli dengan bertahap. Namun ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Harga jual gak boleh bertambah selama masa perjanjian.
  • Emas tersebut gak boleh dijadikan jaminan.
  • Emas tersebut juga gak boleh dijadikan objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan.
  • Dibolehkan selama emas belum jadi alat tukar resmi.

3. Deposito Bagi Hasil

Dengan deposito bagi hasil, bisa dengan cara mendepositokan uang ke bank syariah dengan jumlah uang yang sudah ditentukan. Perjanjian ini disebut dengan akad mudharabah, yang melibatkan pemilik modal dan pengelola modal. Keuntungan berasal dari bagi hasil yang disesuaikan dengan laba bersih pengelolaan dana.

4. Asuransi Syariah

Dalam asuransi syariah, dalam menginvestaskan dananya jika telah mencapai jatuh tempo yang telah ditentukan, nasabah masih tetap bisa mendapatkan uangnya kembali. Karena di dalam asuransi syariah menggunakan akad wadiah (titipan).

5. Reksa Dana Syariah

Dana reksa sendiri merupakan salah satu intrumen investasi yang sesuai syariah. Sebab, di dalamnya modal yang ditanamkan di kelola secara produktif dan pengelolaannya dilakukan transparan.

Demikian pembahasan terkait investasi dalam Islam. Dalam berinvestasi perhatikanlah bahwa di dalam produk investasi tidak mengandung riba, gharar dan mayshir. Dengan kamu mengetahui tentang investasi syariah ini, di harapkan bahwa kamu tidak salah memilih produk yang akan kamu pilih untuk diinvestasikan.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like