Simak penjelasan tentang kunci meraih kesuksesan menurut Islam!

kunci meriah kesuksesan menurut islam / foto by pixabay

Siapa sih di dunia ini yang tidak menginginkan kesuksesan? Setiap kita pasti menginginkannya. Namun, perlu diketahui pula bahwa sukses tidak semata-mata soal harta. Kita bahagia dengan hidup, itu salah satu kesuksesan. Jadi, kesuksesan itu adalah bagaimana cara pandang kita terhadap sesuatu. Dan setiap orang pasti berbeda-beda.

Untuk menjadi orang sukses, sebenarnya cukup sederhana. Cukuplah kita menjadi manusia yang bisa bermanfaat bagi sesama. Hal ini sesuai hadist Nabi Saw.

“Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR Ahmad, Thabrani, Darulquthni, disahihkan Al-Bani dalam As-Silsilah As-Shahihah).

Cara ini terbukti sangatlah ampuh, sebab para sahabat Nabi Saw. telah mempraktekkannya.

Sebagai contoh, Utsman bin Affan seorang khalifah sekaligus bisnismen sukses. Ketika itu kaum muslimin hijrah dari Mekkah ke Madinah dan mereka kedapatan sedang dilanda kesulitan mendapatkan air.

Pada waktu itu ada satu sumur milik orang yahudi yang diperdagangkan, namun kaum muslimin tidak mampu membelinya sebab mereka tidak membawa harta benda saat berhijrah. Atas dasar itu, kemudian Utsman bin Affan membeli setengah dari sumur itu.

Jadi, sumur itu digunakan secara bergantian. Sehari digunakan Utsman bin Affan, hari berikutnya di gunakan oleh orang yahudi.

Saat sumur tersebut digunakan oleh orang yahudi, tidak ada orang muslimin yang membelinya. Hingga akhirnya ia mengalami kerugian dan akhirnya menjual seluruh sumur tersebut kepada Utsman bin Affan. Kemudian, sumur tersebut digunakan secara gratis oleh kaum muslimin.

Karena persoalan sumur ini, popularitas Utsman bin Affan naik sebagai seorang bisnismen di mata kaum muslimin. selanjutnya, setiap bisnis yang dilakukan oleh utsman bin Affan selalu di sambut baik oleh kaum muslimin.

Dari hal ini kita belajar, bahwa sukses bukan hanya untuk diri sendiri, tapi sebuah prinsip untuk memberikan manfaat kepada orang lain adalah perbuatan yang sangat mulia. Manusia tidak akan memiliki arti apa-apa jika tidak mampu memberikan manfaat bagi sesama. Sebab, sukses itu bukan apa yang kita miliki atau kita banggakan, tapi sukses yang sebenarnya adalah apa yang kita beri sehingga manfaat itu ada bekas di sana.

Cara Meraih Kesuksesan

Untuk meraih sukses, ada 3 kunci utama yang diajarkan dalam islam, sebagai berikut:

kunci meraih kesuksesan menurut islam / foto by pixabay

1. Bertakwa Kepada Allah Swt

Kunci pertama untuk meraih kesuksesan adalah ketakwaan kita kepada Allah Swt. sebab, jika di kehidupan kita tidak dilandasi dengan ketakwaan maka, hidup akan menuntun kita kepada banyak permasalahan.

Takwa diartikan sebagai perbuatan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa dapat menuntun seseorang untuk lebih berhati-hati dalam berperilaku.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)

2. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua (Birrul walidain)

Suatu ketika Rasulullah pernah ditanya terkait peranan orang tua, lalu beliau menjawab: “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR. Ibnu Majah).

Sebagai contoh, Imam Syafi’I diusianya yang menginjak 7 tahun telah hafal Al-Qur’an dan saat usianya 10 tahun ia telah hafal kitab hadist karya Imam Malik, al-Muwatha’. Ketika umur 12 tahun ia di sahkan menjadi seorang mufti. Kesuksesan yang di raih Imam Syafi’i tidak lepas dari ketaatannya kepada ibunya.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rizkinya, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat).” (HR. Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi, yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya).

Birrul walidain bukan hanya sebuah kewajiban yang mesti di jalankan, tapi juga sebagai bentuk keimanan serta ketaatan kita kepada Allah Swt. Maka, untuk meraih sukses berbaktilah kepada kedua orang tua baik yang masih ada ataupun yang telah tiada.

3. Rajib Berdoa

Usaha tanpa doa adalah kesia-siaan. Jadi, jika kita telah berusaha semampu kita maka jangan lupa untuk berdoa. Sebab, Allah akan mengabulkan setiap permintaan hambaNya bukan?

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allahu aktsari (biar Allah yang memperbanyak).” (HR. Ahmad no. 11149, 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (bagus). Syaikh Musthofa Al ‘Adawi mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Demikianlah artikel tentang kunci meraih kesuksesan menurut Islam. Manusia sejatinya ingin sukses, cuman sukses juga butuh proses dan pengorbanan. Tanpa proses dan pengorbanan, sukses tidak akan mendekat. Selamat berjuang!

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like